Permata di Sudut Hening

Ia adalah hening yang menjelma rupa,

melangkah anggun tanpa sepatah kata.

Di atas lantai dingin ia menari,

membawa jejak-jejak sunyi paling murni.


Baca juga : https://maunggulannurisjember.net/article/1158/perjalanan-hidup-k-h-abdul-wahid-hasyim-dari-pesantren-ke-pahlawan-nasional


Bulu selembut awan, tatap setajam malam,

menjaga sudut rumah dengan kasih yang dalam.

Dalam dengkur halus yang mengalun tenang,

segala kegundahan perlahan menjadi lapang.


Tak butuh mahkota emas untuk menjadi raja,

cukup duduk diam, semesta pun tunduk padanya.

Ia teman sepi yang paling tulus,

sihir kecil yang membuat waktu terasa halus.

Refresh halaman ini jika komentar tidak tampil