Di tepi waktu
yang perlahan memudar,
kita duduk di pagi yang lahir.
Mentari menyentuh laut,
seperti janji
bahwa cinta tak selalu harus pergi.
Langit menjadi saksi tanpa suara,
sementara usia diam-diam menua,
dan waktu berjalan pelan
seolah tak ingin mengusik kita.
Aku tak mengerti apa yang kurasa,
namun hangatmu cukup menjawab
segala tanya yang bersemayam di dada.
Karena dalam sederhana kebersamaan,
aku menemukan arti dari keabadian.
Seperti senja yang enggan berpisah dengan cahaya,
aku ingin tetap tinggal
di sisimu, selama waktu mengizinkan.
Selama kau di sini,
di sisiku, hidup terasa lebih utuh.
Dan jika kelak waktu membawa kita
ke ujung usia,
aku tak perlu yang lain lagi
sebab pernah bersamamu
sudah cukup menjadi
sebuah keabadian bagiku.
By : Achmad Juliansyah XI F