Kesadaran pri Bumi

Kegemaran takbir kau melaungkan

Digunung berisi tulang raksasa pahlawan

Kau bedkari menjunjung pertiwi

Namun tidak berapi semangat kau sederas muara nil

Yang bertalian tak berhujung

Akan tetapi bara takkan berhenti membara

Sebagian

Hanya laungan semangat palsu

Berbual bersaranyang menghabiskan air liur

Sang jiran bertanya

Kenapa kau masih terlena panjang?

Kenapa kau membiarkan?

Apa warna darah kau?


by: fairus

Refresh halaman ini jika komentar tidak tampil