Dari Cita menjadi Seorang Apoteker, Dalami Biologi dan Kimia sebagai Mata Pelajaran Kesukaan
Pesantren Nuris – Meski masih kelas X, Dinda Ayu Mawadatir Rohma sudah bermental juara. Terbukti, sesuai meraih medali perak olimpiade kimia beberapa pekan lalu, kini yang terbaru ia baru saja meraih medali perak olimpiad biologi tingkat nasional dalam ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) yang diselenggarakan secara daring oleh PUSKASNAS pada 03 Mei 2026 kemarin.
Putri dari bapak Taufiq dan ibu Khusnusl Khatimah ini mengaku bangga dan senang bisa meraih medali sekaligus membanggakan almamater MA Unggulan Nuris. Berada di kelas unggulan sains di MA Unggulan Nuris membuatnya mendapat pembinaan dan pembelajaran yang mendalam dan intensif. Mereka didampingi oleh para guru profesional dan berpengalaman dalam sains dan numerasi.
(baca juga: Wow, Santri MA Unggulan Nuris Juara 2 Festival Al Qur’an Season 20 Radio Prosalina FM Jember)
“Iya, kemarin lombanya daring jadi saya merasa rugi kalau tidak ikut lomba. Apalagi mata pelajaran kimia dan biologi ini memang kesukaan saya. Saat pelajaran selalu ada praktik dan seru sekali. Jadi ketika ada lomba saya langsung saja ikut untuk mengukur sejauh mana saya bisa mengerjakan soal-soal olimpiade yang dikenal kompleks itu.” Ungkap Dinda, sapaan akrabnya di pesantren.
Dengan torehan prestasi ini, santri cerdas asal Umbulsari, Jember ini tak merasa berpuas diri meski tetap bersyukur. Ia menargetkan diri untuk meraih medali emas di perlombaan berikutnya. Ia mengaku tak kapok mengikuti lomba, justru ketagihan dan terus mengevaluasi materi-materi yang belum dikuasainya.
(baca juga: Santri Zaman Now Raih Medali Emas Olimpiade Nahwu Sharraf Dong, Amelia Bikin Bangga MA Unggulan Nuris)
“Saya kan masih kelas X, masih banyak materi yang belum saya kuasai terutama yang kelas XI dan XII. Saya akan mengerjar materi-materi ini di pembinaan ekskul sains. Semoga nanti saya juga bisa terlibat dalam ajang bergengsi seperti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kemenag seperti kakak-kakak kelas yang pernah meraih juara sampai tingkat nasional.” Imbuhnya.
Menyukai mata pelajaran kimia dan biologi bagi santri kelahiran Januari 2010 bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia memiliki keinginan untuk menjadi juru racik obat-obatan atau apoteker profesional. Ia pun mengimpikan untuk dapat belajar ilmu farmasi di Universitas Brawijaya Malang setamat dari MA Unggulan Nuris.
Untuk meningkatkan kompetensinya, Dinda kerap berdiskusi dengan teman dan guru di sekolah. Apalagi ia juga dikenal sebagai santri yang keranjingan membaca buku baik fiksi maupun nonfiksi. Baginya, membaca membuatnya banyak tahu berbagai hal meski berada di pesantren yang cukup ketat dalam akses informasi.[AF.Red]
Sumber : pesantrennuris.net