Amalan yang paling utama dan praktis pada bulan Dzulhijjah berfokus penuh pada 10 hari pertama, yang disebut sebagai hari-hari paling dicintai Allah untuk beramal shalih.
Berikut adalah
panduan amalan praktis bulan Dzulhijjah yang dapat langsung Anda terapkan sehari-hari:
- Dzikir Sambil Beraktivitas
(Tanggal 1–13 Dzulhijjah):
Memperbanyak membaca takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih (Allahu Akbar,
Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, Subhanallah) saat bekerja,
menyetir, atau memasak.
- Puasa Sunnah Tarwiyah dan
Arafah (Tanggal 8 & 9 Dzulhijjah):
Jika tidak mampu berpuasa penuh dari tanggal 1 sampai 9, cukup ambil dua
hari ini. Khusus Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapus dosa setahun
lalu dan setahun yang akan datang.
- Berkurban Bagi yang Mampu
(Tanggal 10–13 Dzulhijjah):
Menyembelih hewan kurban setelah shalat Idul Adha hingga hari Tasyrik
berakhir. Amalan menumpahkan darah hewan ini adalah ibadah tahunan paling
utama di bulan ini.
- Optimalisasi Sedekah Subuh
harian: Memanfaatkan momentum 10 hari
pertama dengan bersedekah rutin setiap pagi secara daring atau memasukkan
uang ke kotak amal masjid terdekat.
- Menghidupkan Malam Hari: Melakukan shalat malam (Tahajud atau Witir) dan
memperbanyak istighfar pada sepertiga malam terakhir sepanjang awal bulan
Dzulhijjah.
- Menjaga Aturan Rambut dan Kuku: Bagi Anda yang berniat kurban, disunnahkan tidak
memotong rambut dan kuku sejak memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan
kurban disembelih.
- Mengikuti Sunnah Shalat Idul Adha: Mandi sebelum shalat, memakai pakaian terbaik, berjalan kaki, tidak makan sebelum shalat, serta mengambil rute jalan yang berbeda saat pulang.
Bulan Dzulhijjah yang akan datang adalah kesempatan emas "golden
days" untuk memanen pahala besar yang setara atau bahkan lebih utama
daripada jihad fi sabilillah.