Melukis rindu antara raja dan ratu,
dengan syair merdu, baku nan pilu.
Memuji bayang palsu, ilusi yang rapuh,
Memanjat tatapan syahdu, penuh rahasia hati.
baca juga :https://maunggulannurisjember.net/article/1172/berlari-berjalan-dan-berhenti
Jatuh cinta tak tergapai,
Tanpa sayap maskapai hanya angin sepoi.
Bumi manusia cinta, merayakan warna,
Pelangi janji yang pudar di ufuk senja.
"Pergi kau, dasar gila !". Seru mertua,
saat ta'ruf terucap, mimpi pun runtuh.
Terwujudlah tuturnya, pilu nan getir,
Menyesal sang raja, di istana sunyi.
by : Fatra Arillah.