Berlari berjalan dan berhenti

Ke kanan ke kiri, angin hembuskan langkah,

menoleh segala sisi, bayang menari di dinding.

Menjenguk hati-hati, rahasia tersembunyi, menengok, menenpi,

lalu pergi tanpa kata.

baca juga : https://maunggulannurisjember.net/article/1163/langkah-yang-tak-usai

Berlari, berjalan, dan berhenti lagi,

siklus tak berujung, di lorong gelap jiwa.

Merusak, memperbaiki,mengevaluasikan luka, berdiri tegak sendiri,

dari banyak hati yang retak.

Lorong ini kembali, lingkaran waktu berputar,

dan terus tak berarti, hanya gema langkah sia-sia.

by: Fatra Arillah

Refresh halaman ini jika komentar tidak tampil