mayouries@gmail.com 03315101602

Mengapa Kita harus Memilih Teman?

28 September 2022 Mayouries Dibaca 484 kali Bedah Buku
Mengapa Kita harus Memilih Teman?

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ومن والاه أما بعد

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah.

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Setiap manusia perlu bergaul dan berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya. Biasanya dalam pergaulan itu akan terjadi proses saling mempengaruhi.

Termasuk dalam hal ini adalah pertemanan atau persahabatan. Manusia sangat membutuhkan seorang sahabat. Pertemanan itu akan terjadi manakala ada kecocokan seperti dalam pepatah Arab yang menyatakan:

شَرْطُ الْمُرَافَقَةِ اَلْمُوَفَقَةُ

“Syarat pertemanan adalah adanya kecocokan”

(baca juga: Menghormati Orang Tua, Pintu Utama agar Dikaruniai Anak Saleh)

Kawan-kawanku yang dirahmati Allah.
Kecenderungan seseorang untuk bergaul dengan orang shaleh (baik shaleh secara ritual, misalnya rajin beribadah dan selalu menjauhi larangan Allah SWT, atau shaleh secara sosial seperti suka menolong dan peduli kepada sesama) pergaulan tersebut akan memberikan pengaruh yang positif pada kejiwaan seseorang. Misalnya, ketika seseorang mencintai seorang ulama yang shaleh serta sering bergaul dengannya, maka akan terjadi pergesekan batin antara keduanya sehingga lambat laun ia akan meniru jejak orang shaleh tersebut. Sebagaimana nasihat Luqmanul Hakim:

يَابُنَيَّ جَالِسِ الْعُلَمَاءَ وَزَاحِمْهُمْ بِرُكْبَتَيْكَ فَإِنَّ اللهَ يُحْيِ الْقُلُوْبَ بِنُوْرِ الْحِكْمَةِ كَمَا يُحْيِ الْاَرْضَ بِوَابِلِ الْمَطَرِ (لقمان الحكيم وحكمه،18)

“Wahai anakku, bergaullah kamu dengan para ulama. Rapatkanlah kedua lututmu di hadapannya (yakni selalu menimba ilmu darinya). Sesungguhnya Allah SWT menghidupkan qolbu dengan cahaya hikmah sebagaimana bumi subur dengan adanya hujan yang deras” (Luqmanul Hakim wa Hikamuhu, 18)

Sebaliknya, bila selalu bergaul dengan teman yang tidak shaleh, tidak baik akhlaknya, maka itu merupakan salah satu pertanda buruk bagi seseorang. Selanjutnya Luqmanul Hakim memberikan nasehat:

يَابُنَيَّ مَنْ يُقَارِنُ قَرِيْنَ السُّوْءِ لاَيَسْلَمُ مِنْهُ (لقمان الحكيم، 21)

“Wahai anakku, siapa saja yang berteman dengan orang yang buruk perbuatannya, maka ia tidak akan selamat dari pengaruhnya” (Luqmanul Hakim wa Hikamuhu, 21)

Sahabat-sahabatku yang dirahmati Allah.
Karena itu kita perlu hati-hati dalam memilih teman. Teman dapat membawa kita pada kebahagiaan tapi ada juga teman yang berpotensi menjerumuskan kita pada lubang kesesatan yang sangat dalam.

Sekian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.[AF.Editor]

والله الموافق الى أقوام الطريق والسلام عليكم ورحمة الله وبركاتة

*Pesan KH. Muhyiddin Abdusshomad kepada segenap santri di Pesantren Nuris Jember

Share :

Komentar

Refresh halaman ini jika komentar tidak tampil