Kala malam menatap diam,
merilis renungan di sepanjang hidup.
Gundah dan ragu
mampir sejenak untuk bermalam.
Sedang aku masih bersua
dengan akal yang perlahan redup,
mencari cahaya di antara begitu banyak kemungkinan.
Pikiranku berjalan, menggapai pengetahuan yang berkeliaran,
bersiap menempuh jalan-jalan yang telah disediakan.
Katanya, masa depan ditentukan oleh sebuah jurusan.
Namun bagaimana jika hatiku belum sempat menaruh harapan?
Bagaimana jika langkah ini masih sibuk mencari arah,
sementara waktu terus mendesak untuk memilih?
by : Fatra Arilah, IIX A