Suatu hari, di Pesantren Kun Anta
datanglah seorang alumni yang ingin meminta solusi kepada sang Kiai.
Santri : “Kiai…
ini gimana hidup saya kok semrawut gini?”
Kiai : “Kawin!”.
Santri : “Enggeh
kiai”.
Satu tahun kemudian, si santri dating dengan
membawa istrinya.
Santri : “Kiai
hidup saya kok masih semrawut kiai?”.
Kiai : “Kawin!”.
Tiga tahun berlalu, si santri datang lagi
dengan tiga istri dan empat orang anaknya.
Santri :
“Maaf sebelumnya kiai… ini hidup saya semakin lama kok malah tambah semrawut
ya?”.
Kiai : “Kawin!”.
Santri : “Sendiko dawuh kiai”
Empat tahun kemudian si santri datang lagi,
keempat istri dan ketujuh anaknya dibawa semua.
Santri : “Alhamdulillah
kiai, sejak saya nurutin nasihat kiai, sekarang saya sudah punya empat unit
rumah dan dua mobil alphard”.
Kiai : “Loh
kok bisa?”.
Santri : “Karena
keadaan keluarga saya semrawut terus, akhirnya keempat istri saya berdiskusi Bersama
mencari bagaimana keluar dari kesusahan ini. Alhasil istri-istri saya memutuskan
berbisnis usaha masing-masing. Ada yang buka usaha catering, percetakan,
warnet, dan ada yang buka cabang restoran. Alhamdulillah uang dari hasil bisnis
mereka semuanya ditabung dan sekarang kami sudah mampu membangun rumah sendiri
dan beli semua itu ”.
Kiai manggut-manggut sambil terkekeh.
Santri : “Maaf
kiai, sekarang kiai pakai mobil apa?”.
Kiai : “Daihatsu
gendut tahun 80-an, kenapa”.
Santri : “Kawin
kiai!!!”.
Kiai : “Hussh….”.