Si Manis Dingin

Kau selalu hadir dengan dinginmu,kepulan asap menari di udara senja.Rasamu manis bak gulali kenangan,membuat banyak hati jatuh cinta.

Dirimu begitu melimpah pesona,pujian pun mengalir tanpa jeda.Diiringi semilir angin yang lembut,aku tak pernah menyesal mencicipimu.

“Bun, ayo beli lagi,” pinta si kecil,dengan mata berbinar penuh harap.Namun saat kau terjual hingga habis,keinginan pun runtuh seketika.

Tangis anak pun mulai terdengar,memecah riuh keramaian.Satu per satu orang berlalu,mencari pengganti di balik kerinduan.

Refresh halaman ini jika komentar tidak tampil