Aku pernah memuja sayu
Yang kutemu dalam teduh mata sendu
Indahnya kerapuhan yang ingin kulindungi sejak hari itu
Habis dan tersingkir dari ketinggian hati keakuanku
Aku pernah memuja seri
Yang berhambur dari senyum tanpa permisi
Sahaja yang kau gantung di atas meja multi-persepsi
Tamat oleh tamak yang kupaksakan menyasar diri
Aku juga pernah memuja prosa
Yang terlampir saling berbalas tanpa dosa
Syahdu yang beradu indah di antara kata-kata kita
Usai tak tertafsir sebelum malam kedua tiba
Dan aku kembali berlutut dalam kediaman
Yang tak bisa kujamah bahkan sekedar berbalas tatapan
Setelah sekian lama tiada bayang menyentuh hati dan fikiran
Aku kembali terbayang
Tentang bagaimana yang seharusnya kukultuskan
Ya ...
Kau benar ...
Itu adalah sabdanya :
فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَك
(pilihlah yang sebab agamanya, maka engkau akan beruntung)
Maly, 4 februari 2026
Sumber : el-Dhomier